Agar Calon Konsumen Tertarik dengan Iklan di Media Sosial

Posted on May 23, 2016 By

“Ini iklan apaan sih?” Ya, lagi-lagi iklan ga gelas gini? Ini orang apaan sih, terus-terusan kirim iklan ke wall akun media sosial gue, kurang kerjaan kali ya! Pokoknya awas kalo ada lagi yang kirim iklan di wall gue, bakal gue delete dari pertemanan!” Ini adalah beberapa contoh pernyataan atau komentar dari calon konsumen setelah melihat ada iklan di dindin akun sosial media mereka. Tidak dapat dipungkiri bahwa kebanyakan orang menganggap bahwa iklan-iklan tersebut adalah spam atau iklan yang tidak berguna sama sekali. Ini jelas bukanlah salah pengguna media karena mereka berhak akan hal tersebut.

iklan di media sosial

Jika Anda seorang pebisnis yang menggunakan strategi pemasaran melalui media sosial, Anda harus memperhatikan hal ini agar iklan pemasaran Anda tidak sia-sia. Di samping itu, ada baiknya untuk melakukan hal-hal berikut agar calon konsumen tertarik dengan iklan pemasaran Anda:

Gunakan gambar asli produk

Kebanyakan penjual online suka sekali mengupload foto atau gambar yang sebenarnya bukan gambar asli dari produk yang ditawarkan. Ya, mereka mengambilnya dari pencarian mesin pencari atau toko sebelah biar lebih menarik. Sebenarnya hal ini sah-sah saja untuk dilakukan tapi kebanyakan calon konsumen lebih menyukai gambar asli produk sehingga mereka bisa tahu kondisi produk seperti apa walaupun hanya dari gambar. Gambar produk juga sebaiknya diambil dari beberapa sudut agar calon pembeli lebih merasa yakin. Oleh sebab itu, gunakan gambar asli produk ketika memasarkan produk di akun sosial media Anda. Gunakan kamera digital dengan resolusi tinggi agar gambar yang dihasilkan lebih jelas dan bersih.

Berikan deskripsi produk yang singkat dan jelas

Terkadang karena ingin membuat konsumen merasa lebih yakin untuk membeli produk, si penjual memberikan deskripsi yang panjang sampai beberapa paragraf. Bagian terburuknya adalah tidak semua informasi yang disampaikan sesuai dengan faktanya alias hanya omong kosong semata. Ini masalah serius karena pengunjung tentu akan mengeluh jika ternyata produk yang dibeli tidak sesuai dengan deskripsi produk yang diberikan. Di samping itu, panjangnya deskripsi juga bisa mempengaruhi keinginan calon konsumen untuk membeli produk menjadi rendah. Ya, mereka merasa malas jika harus membaca deskripsi produk yang terlalu panjang.

Dengan demikian, ada baiknya untuk memberikan deskripsi produk yang singkat dan jelas. Itu artinya bahwa Anda tidak harus membuat paragraf yang panjang tentang produk yang ditawarkan. Oya, jangan lupa untuk memberikan informasi berupa fakta bukan omong kosong dalam deskripsi produk agar calon pembeli tidak kecewa.

Tanggapi semua komentar mereka

Kebanyakan pengguna media sosial akan memberikan komentar entah itu baik atau buruk terhadap produk yang Anda tawarkan. Bahkan, kebanyakan dari mereka sering memberikan harapan palsu karena mereka yang tadinya berkeinginan untuk membeli, tiba-tiba saja membatalkan niatnya padahal Anda sudah memberikan penjelasan panjang lebar. Hal tersebut jelas mengecewakan Anda apalagi jika Anda sudah bersusah payah dan meluangkan waktu agar mereka tidak kecewa. Meskipun begitu, itu adalah resiko melakukan pemasaran online. Berdagang offline pun juga begitu, bukan? Anda pasti pernah masuk ke sebuah toko dan bertanya ini dan itu, lalu kemudian meninggalkan toko tanpa membeli satu produk pun. Oleh sebab itu, menanggapai semua komentar dari calon pembeli adalah hal yang wajar, tidak peduli apakah mereka serius ingin membeli atau tidak. Pastikan untuk memberikan tanggapan yang baik dan positif agar mereka tidak kecewa.

IklanMedia Sosial     , ,


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *